Ini memang terbukti efektif membuat aliran darah tetap lancar dengan menghindarkan penumpukan darah pada bagian bawah tubuh (lower extremities). “Walau begitu, tidak ada keharusan menggunakannya, apalagi bila Anda sudah terbiasa berjalan dalam jarak yang jauh dan/atau tidak memiliki masalah dengan kesehatan (edema, hipertensi, gangguan ginjal, dan lain-lain), maka tidak perlu menggunakan kaus kaki kompresi atau sejenisnya. Lebih baik jika Anda konsultasikan dulu ke dokter,” jelas Jansen Ongko, M.Sc. R.D., pakar kebugaran.
Jika ingin mengenakan kaus kaki kompresi, pastikan ukurannya benar dan sesuai dengan kondisi kaki Anda. Pemakaian yang salah tidak memberikan manfaat dan malah berpengaruh buruk terhadap kesehatan kaki. Pilih kaus yang memberi tekanan 14-17 mmHg, 15-20mmHg, atau 20-30mmHg untuk membuat perjalanan panjang lebih nyaman.
Alternatifnya, lakukan beberapa hal berikut ini. Istirahatkan kaki secara berkala dengan duduk dan kaki diluruskan (diselonjorkan). Lakukan peregangan pada betis, pergelangan kaki, telapak kaki, paha depan, dan paha belakang, serta gunakan alas kaki yang sesuai dan nyaman. Konsumsi makanan kaya potasium seperti yoghurt, kentang, jamur, avokad, pisang, aprikot, dan polong-polongan, serta perhatikan asupan cairan tubuh. (f)