Memiliki anak memang andil dua pihak, namun urusan kontrasepsi sepertinya lebih dimonopoli wanita. Apalagi, jenis-jenis kontrasepsi yang tersedia juga lebih banyak diperuntukkan bagi wanita ketimbang pria. Karena itu, sudah selayaknya kita memberikan perhatian yang lebih pada kontrasepsi. Apa saja yang harus diwaspadai?
Kehamilan Terencana
Apakah Anda pasangan usia produktif yang memakai kontrasepsi? Atau, Anda sebenarnya ingin pakai, tapi takut mencobanya? Atau, Anda justru tidak mau pakai karena menganut paham ‘banyak anak banyak rezeki’?
Bagi yang belum mau dan tidak mau memakai kontrasepsi, tampaknya mesti berpikir lebih jauh lagi. Bumi ini telah padat bahkan Indonesia saja saat ini sudah memiliki 250 juta jiwa. Ini artinya beban yang besar. Baik untuk pemenuhan bahan kebutuhan pokok maupun kebutuhan-kebutuhan lain yang mengikutinya.
Mungkin kalau merasa isu ledakan penduduk ini terlalu mengawang-awang, dr Dwiana Ocviyanti Sp.OG, yang biasa dipanggil dr. Ovy, memberikan pandangan yang terasa lebih dekat. “Persoalan kontrasepsi tidak bisa kita lepaskan dari angka kematian ibu yang masih tinggi,” katanya.
Ya, hamil itu ibaratnya berjihad. Memang, hamil adalah peristiwa alamiah, namun kehamilan juga berpotensi menyebabkan kematian. Sedihnya lagi, angka kematian ibu di Indonesia ini masih tinggi. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), pada tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia mencapai 359 per 100.000 ibu hamil/melahirkan. Dengan jumlah penduduk yang ratusan juta ini, bisa dihitung tingginya angka ibu yang meninggal karena hamil dengan penyebab yang bermacam-macam, mulai dari anemia, tekanan darah tinggi, dan berbagai kasus lainnya.
Bila dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, angka Indonesia masih amat tinggi. Singapura hanya 20 per 100.000, Malaysia di angka 30-an per 100.000. “Jadi, inti persoalan kita adalah kontrasepsi itu untuk apa? Tentu ada banyak gunanya. Tapi, yang nomor satu adalah untuk menyelamatkan ibu,” ujar dr. Ovy.
Karena itu, dr. Ovy prihatin dengan fakta bahwa masih banyak pasangan usia subur yang masih enggan memakai kontrasepsi. Apalagi bila alasannya adalah takut, tanpa mau mencari tahu lebih jauh manfaat pemakaiannya. Hal ini tampak berdasarkan data dari World Bank, bahwa angka pasangan subur Indonesia yang menggunakan alat kontrasepsi periode 2007-2010 hanya sebesar 61%. Angka ini, di mata dr. Ovy masih relatif rendah, apalagi bila dibandingkan negara-negara maju.