Jawab:
Masalah kepercayaan selayaknya bangkit dari hati nurani Anda, bukan dari alasan instrumental sebagai sarana melangsungkan pernikahan. Anda selayaknya memiliki kepercayaan dan keyakinan sesuai dengan nurani, bukan karena keterpaksaan, karena keterpaksaan bertentangan dengan hakikat kepercayaan itu sendiri.
Hubungan yang rusak bisa diperbaiki, walau mungkin tidak sesempurna sebelumnya. Sebaliknya, sungkan memperbaiki hubungan akan menimbulkan kesenjangan yang lebih lebar. Sangat penting untuk menyadari bahwa tanggung jawab berada sepenuhnya di tangan Anda; tidak ada salahnya menyatakan kekeliruan sikap kepada orang tua di masa lampau. Dalam langkah selanjutnya pun Anda tetap bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dan bukan menggantungkan keputusan pada orang tua.