Kebiasaan menyantap hidangan ini bermula pada era Heian (794 – 1185 M), di mana orang sering menuangkan air panas ke atas semangkuk nasi. Pada tahun 1191, seorang biksu Jepang bernama Myoan Eisai membawa biji pohon teh dari Tiongkok, yang kemudian diperkenalkan menjadi minuman kesehatan melalui buku yang ditulis olehnya. Kebiasaan ini dilanjutkan pada era Edo (1603 – 1808), di mana pelayan yang memiliki sedikit waktu, menyantap chazuke sebagai hidangan cepat saji dan memuaskan. Beberapa tahun kemudian toko ochazuke bermunculan.
Advertisement