Kebiasaan menyantap hidangan ini bermula pada era Heian (794 – 1185 M), di mana orang sering menuangkan air panas ke atas semangkuk nasi. Pada tahun 1191, seorang biksu Jepang bernama Myoan Eisai membawa biji pohon teh dari Tiongkok, yang kemudian diperkenalkan menjadi minuman kesehatan melalui buku yang ditulis olehnya. Kebiasaan ini dilanjutkan pada era Edo (1603 – 1808), di mana pelayan yang memiliki sedikit waktu, menyantap chazuke sebagai hidangan cepat saji dan memuaskan. Beberapa tahun kemudian toko ochazuke bermunculan.
Berbeda dengan di Jepang, di Korea Selatan, kimchi bokkeumbap atau nasi goreng kimchi menjadi hidangan nasi yang populer. Alasannya, kimchi sangat mudah ditemukan di tiap rumah tangga. Bila kimchi yang sudah lewat masa produksi hingga sepuluh hari, kimchi akan layu dan kurang renyah bila dinikmati begitu saja. Untuk meningkatkan cita rasanya, kimchi kemudian disatukan ke dalam berbagai masakan, salah satunya nasi goreng.
Selain di rumah-rumah tangga, nasi goreng kimchi ini juga dijajakan sebagai salah satu street food yang digemari, Beberapa varian menyelimuti nasinya dengan dadar telur, seperti omurice khas Jepang. Ada pula yang mencampurkannya dengan keju mozzarella atau cheddar. Namun pada umumnya berbahan dasar nasi, kimchi, daging babi atau daging olahan, dan cincangan sayur. Nasi goreng ini ada dalam lirik lagu I Need A Girl Tae Yang, salah satu anggota boyband Big Bang, di mana dalam liriknya ia ingin bisa menikmati boukkeumbap buatannya bersama wanita idamannya. (f)