Food Trend
Bumbu Minimalis Hidangan Nasi di Asia Timur

10 Dec 2015

Negara-negara di Asia Timur seperti Jepang dan Korea memiliki sajian nasi yang berbeda dengan negara lainnya. Uniknya mayoritas sajian nasi mendapat pengaruh dari Tiongkok. Hal ini dipengaruhi penyebaran agama Budha dari Tiongkok ke negara sekitarnya.

Ochazuke atau chazuke, secara harafiah berarti teh hijau dan acar. Hidangan ini merupakan nasi berbumbu mirin dengan taburan umeboshi dan plum kemudian dituangi ocha hangat sebelum disantap. Nasi yang digunakan biasanya nasi yang tersisa sehari sebelumnya, namun tak jarang pula nasi yang baru matang. Topping yang dipakai juga bervariasi, antara lain tobiko (telur ikan terbang), salmon, furikake (bumbu kering khas Jepang), nori, bawang daun, wasabi, hingga acar seafood.

Kebiasaan menyantap hidangan ini bermula pada era Heian (794 – 1185 M), di mana orang sering menuangkan air panas ke atas semangkuk nasi. Pada tahun 1191, seorang biksu Jepang bernama Myoan Eisai  membawa biji pohon teh dari Tiongkok, yang kemudian diperkenalkan menjadi minuman kesehatan melalui buku yang ditulis olehnya. Kebiasaan ini dilanjutkan pada era Edo (1603 – 1808), di mana pelayan yang memiliki sedikit waktu, menyantap chazuke sebagai hidangan cepat saji dan memuaskan. Beberapa tahun kemudian toko ochazuke bermunculan.
 
Advertisement