Emha Ainun Nadjib/ Bentang Pustaka
Advertisement
Gerah melihat ketidakberdayaan warga Karang Kedempel di bawah cengkeraman dominasi Mahabharata, para Punakawan menggagas Gerakan Carangan untuk merintis perjuangan rakyat. Mereka pun berupaya keras untuk menyadarkan warga, bahwa sebagai pemegang kekuatan tertinggi di dusun itu, mereka tak boleh tinggal diam. Meski menghadapi keadaan yang keras ibarat batu karang, mereka dapat menjadi tetesan air yang lama-kelamaan dapat melubangi batu. Namun, saat Semar, sang pemimpin gerakan, mendadak hilang tanpa jejak, kegugupan Gareng sang filsuf desa seolah tak berarti di mata Petruk, Bagong, dan warga desa. (f)