Health & Diet
Alergi Bisa Berbahaya & Bisa Diterapi

29 Apr 2014


Meski sebagian orang menganggap alergi yang menyebabkan timbulnya biduran (bentol pada kulit) atau batuk pilek akan hilang dalam beberapa hari,  menurut dr. Mustopo Widjaja dari Klinik Asma & Alergi dr. Indrajana, jika tidak diobati secara maksimal, alergi bisa berpindah tempat dan membahayakan jiwa.

Alergi Bisa Berbahaya
Alergi bisa berakibat fatal, jika penderita tidak peduli. Seorang penderita alergi bisa saja terganggu dalam pergaulan sosial karena kondisinya, misal sering batuk atau gatal-gatal di kulit. Tanpa pengobatan, alergi bisa saja berpindah atau menjalar. Maksudnya adalah anggota tubuh yang diserang bisa saja berpindah atau bahkan bertambah. Misalnya, dari gatal pada kulit (eksem), bisa menjalar menjadi gatal di mata atau perpaduan keduanya. Bisa juga berpindah ke saluran pernapasan sehingga mudah terkena pilek rhinitis hingga menimbulkan asma.
Advertisement
Tidak sedikit pula penderita alergi yang langsung terserang asma tanpa melalui gejala-gejala lain pada organ tubuh, seperti kulit, hidung atau mata. Asma bisa mengancam jiwa karena membuat sesak napas. Pada ibu hamil, asma menambah risiko keguguran atau bayi lahir prematur, karena asma membuat ibu hamil kekurangan oksigen, begitu juga dengan janin yang dikandungnya.

Bisa Diterapi
Alergi tidak selalu bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan agar tak mengganggu, yaitu dengan menghindari alergen yang menjadi pemicu alergi. Bagi penderita alergi karena alergen hirup, bisa melakukan imunoterapi. Terapi ini disebut juga pengebalan. Seorang pasien yang alergi terhadap alergen tertentu diberikan suntikan alergen yang dimulai dengan dosis rendah, lantas dinaikkan sedikit demi sedikit. Prinsipnya seperti vaksinasi, yaitu bahan yang menjadi penyebab timbulnya alergi sengaja diberikan untuk merangsang timbulnya zat anti dalam tubuh. Dengan adanya zat anti terhadap alergen tertentu, maka tubuh akan terlindung dari reaksi alergi yang terjadi bila Anda terpapar alergen tersebut.(Faunda Liswijayanti)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?