Money
5 Jebakan Gadget Yang Mesti Dihindari

7 Aug 2014

























Advertisement




Kemajuan teknologi memberi kita banyak keuntungan. Mulai dari berinteraksi dengan keluarga meski terpisah lautan, hingga mengekspos diri kita sampai ke luar negeri. Namun di satu sisi, teknologi juga bisa membuat kita lupa diri dan enggan bersosialisasi. Seperti apa dampak negatifnya? Berikut contohnya ….

Cek timeline saat makan
Ngaku, deh, saat sedang makan siang atau makan malam bersama teman maupun keluarga, seringkali tangan kiri kita memegang ponsel sambil cek timeline media sosial. Padahal, nih, kebiasaan ini bisa berakibat buruk pada hubungan pertemanan kita.
Bayangkan jika teman kita terus melirik ponsel saat kita sedang menceritakan suatu hal—pasti bete, kan? Gara-gara fenomena ini, ada beberapa resto di luar negeri yang memberikan diskon bagi pengunjung yang menyimpan ponselnya selama makan.

Fokus ke ponsel saat jalan
Saat mendengar bunyi SMS, kita langsung buka ponsel dan membalasnya. Padahal, kita sedang jalan di trotoar. Kebiasaan ini nggak cuma bikin orang yang jalan di belakang kita kesal (gerakan kita lamban, sih!), tapi juga membuat kita melewatkan momen-momen menyenangkan di jalan. Misalnya, bunga cantik di pinggir jalan, anak anjing yang lucu, atau cowok ganteng yang lewat, hehehe.

Cek notifikasi di tengah pekerjaan
Menurut penelitian di AS, waktu kerja karyawan bisa terinterupsi hingga enam kali dalam satu jam. Salah satunya, ya, karena karyawan sibuk cek notifikasi yang masuk ke ponsel mereka. Mulai dari email hingga media sosial. George Mason University pun mengungkapkan kalau gangguan ini dapat mengganggu performa kerja. Solusinya: matikan notifikasi media sosial saat sibuk bekerja.

Menghapus e-mail sebelum tidur
Memang, sih, nggak mudah menjauhkan diri dari smartphone, bahkan menjelang tidur. Tapi, ini bukan alasan untuk membersihkan e-mail di kasur. Pikiran kita jadi sibuk, tuh, karena cek e-mail yang berisi pekerjaan. Hasilnya, jam tidur berkurang, kualitas tidur juga nggak maksimal karena otak lelah.

Asyik ambil gambar
Mengabadikan momen dengan kamera ponsel, sih, boleh-boleh saja. Tapi, kita juga butuh menikmati pemandangan cantik dengan mata kita. Padahal berdasarkan penelitian, kamera terbaik bukanlah ponsel kita, melainkan memori kita. Kabarnya, nih, mereka yang mengambil foto seni jadi kurang mengingat detailnya dibandingkan mereka yang memperhatikan dengan seksama. Jadi, nikmati suasana sekitar daripada sibuk foto.

Vini Damayanti
Foto: Fotosearch



 


MORE ARTICLE