Foto: Stocksnap.io
Cita-cita mulia JKN yang menginginkan semua penduduk mendapatkan akses obat sesuai kebutuhan, terlepas dari kondisi ekonomi dan tempat tinggalnya terkadang terbentur oleh kendala, salah satunya adalah adanya distorsi antara kebutuhan dan keinginan. “Pasien sering meminta obat tertentu, padahal kebutuhan obat tidak bisa ditentukan oleh pasien. Di sisi lain dokter pun sering memiliki ‘selera’ sendiri dalam menentukan obat,”ujar Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr., PH, ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, FKM UI.
Advertisement