Health & Diet
Nyeri Bahu? Perbaiki Posisi Tubuh Saat Bekerja

9 Aug 2017


Foto: Pixabay

Tahukah Anda, wanita memiliki kecenderungan lebih sering mengalami nyeri bahu daripada pria. Menurut dr. Imam Widya Aminata, Sp. OT, dokter spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Pondok Indah, jika dilihat dari sumber nyerinya, nyeri bahu berada di posisi ketiga setelah nyeri tulang belakang dan nyeri lutut, yang paling dikeluhkan oleh pasien wanita.

Bahu meliputi banyak bagian, yakni otot, tulang, ligamen, tendon, sendi, hingga kapsul yang membungkus sendi. Seluruh bagian itu itu berisiko menimbulkan nyeri pada bahu, beberapa di antaranya: peradangan tendon, robekan pada tendon, instabilitas sendi bahu, arthritis/pengapuran, penebalan kapsul sendi, patah tulang, tumor, infeksi, nyeri yang berhubungan dengan saraf, hingga referred pain (nyeri yang muncul akibat dari keluhan lain. Contoh: gangguan jantung).

“Dari semua kasus, yang paling sering ditemui pada orang awam adalah adhesive capsulitis atau lebih sering disebut frozen shoulder. Gangguan ini terjadi karena penebalan kapsul (kantong sendi) yang bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari peradangan, robekan, hingga tanpa sebab yang jelas (idiopatik),” jelas Imam.

Wanita berisiko 8 kali lebih sering terserang frozen shoulder daripada pria. Sebanyak 80% akan membaik dengan sendirinya pada rentang waktu 6 bulan–3 tahun.
Advertisement