Foto: Fotosearch
1. Olahraga secara teratur. Olahraga dapat menurunkan kadar estrogen dalam tubuh.
2. Hindari zat karsinogenik, yang merupakan pemicu timbulnya kanker. Zat ini bisa ditemukan dalam daging merah, seperti daging sapi, makanan yang diasinkan, dibakar, diasap, dan diawetkan dengan nitrit, serta asap rokok.
3. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah kiwi, wortel, jeruk, paprika, apel, avokad, nanas, pisang, mangga, anggur, buncis, pepaya, dan semangka.
4. Konsumsi makanan antikanker, terutama sayuran dan buah-buahan yang mengandung zat-zat seperti kalsium, riboflavin, betakarotin, falate, lutein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D secara teratur. Antara lain, golongan kubis-kubisan, gandum, ikan salmon dan tuna, yoghurt, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian, paria, rempah-rempah, rumput laut, jamur portobello, dan sayur-sayuran lainnya.
2. Hindari zat karsinogenik, yang merupakan pemicu timbulnya kanker. Zat ini bisa ditemukan dalam daging merah, seperti daging sapi, makanan yang diasinkan, dibakar, diasap, dan diawetkan dengan nitrit, serta asap rokok.
3. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah kiwi, wortel, jeruk, paprika, apel, avokad, nanas, pisang, mangga, anggur, buncis, pepaya, dan semangka.
4. Konsumsi makanan antikanker, terutama sayuran dan buah-buahan yang mengandung zat-zat seperti kalsium, riboflavin, betakarotin, falate, lutein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D secara teratur. Antara lain, golongan kubis-kubisan, gandum, ikan salmon dan tuna, yoghurt, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian, paria, rempah-rempah, rumput laut, jamur portobello, dan sayur-sayuran lainnya.
Advertisement