Harus diingat pula bahwa di luar masa menstruasi, vagina mengeluarkan cairan atau sering disebut sebagai keputihan. Hal itu normal, karena sebelum masa ovulasi, terjadi produksi cairan 30 kali lipat lebih banyak. Cairan ini berguna sebagai pembersih alami supaya tingkat pH vagina tetap seimbang, bakteri-bakteri baik dapat berkembang biak, dan mencegah vagina terkena infeksi.
Bila vagina dibiarkan lembap pada akhirnya akan menimbulkan risiko-risiko kesehatan yang tidak boleh diremehkan. Di antaranya:
- Menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak percaya diri.
- Cairan yang berlebihan biasanya berbau tidak sedap dengan warna putih susu atau kekuningan dapat menimbulkan rasa gatal pada vagina.
- Rasa terbakar saat buang air kecil.
- Timbul nyeri di perut bagian bawah.
Foto: 123RF
Advertisement